Detail Cantuman Kembali

XML

aktivitas antioksidan dan ekstrak kerang bambu (Solen sp.) dari perairan bangkalan menggunakan metode DPPH (Difenilpikril hidrazil)


Kerang bambu (Solen sp.) merupakan salah satu sumber metabolit sekunder karena memiliki komponen senyawa yang berpotensi sebagai sumber antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada ekstrak kerang bambu (Solen sp.) yang berasal dari Pantai Kwanyar, Bangkalan, Jawa Timur menggunakan metode DPPH (Difenilpikril hidrazil). Penelitian ini dilakukan dengan ekstraksi kerang bambu menggunakan metode maserasi dan pelarut yang digunakan adalah metanol, menganalisa kandungan senyawa metabolit sekunder melalui uji kualitatif skrining fitokimia, kemudian menentukan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil uji kualitatif skrining fitokimia menyatakan bahwa ekstrak kerang bambu mengandung 5 senyawa metabolit sekunder seperti polifenol, flavonoid, alkaloid, steroid, dan saponin. Pada hasil penentuan nilai aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, ekstrak kerang bambu memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 427,14 ppm. Berdasarkan uji kualitatif skrining fitokimia maka ekstrak kerang bambu dapat dimanfaatkan dalam bidang kesehatan karena berpotensi sebagai sumber metabolit sekunder, sedangkan nilai IC50 yang terdapat pada ekstrak kerang bambu menandakan bahwa ekstrak kerang bambu dari perairan Pantai Kwanyar, Bangkalan, Jawa Timur memiliki kategori antioksidan yang sangat lemah.
Anita Rahmah - Personal Name
Mahmiah, S.Si., M.Si. - Personal Name
Prof. Dr. Ir. Ninis Trisyani, M.P. - Personal Name
625.23.19 Ani a
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2023
Surabaya
xi, 81 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...